SUATU HARAPAN

 SUATU HARAPAN


Judul Buku : Satu Lentera Seribu Cahaya


Nama Pengarang : Alberthiene Endah


Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama


Tahun Terbit : 2015


Jumlah Halaman : 264 Halaman


ISBN : 978-602-03-1170-8


 


Buku ini ditulis  oleh Alberthiene Endah, AE adalah nama popularnya. Penulis kelahiran 16 september 1970 adalah seorang penulis dan jurnalis Indonesia. Ia terkenal akan karya-karya biografinya tentang tokoh politik, konglomerat, dan hiburan tanah air. Sejak kecil AE sudah suka membaca dan berkhayal menjadi penulis terkenal. Ia memimpikan dirinya seperti Enid Blyton, seorang penulis fiksi asal Inggris yang sangat terkenal. Seri buku cerita petualangan lima detektif cilik karya Enid Blyton yang sudah mendunia itu memang merupakan salah satu buku bacaan favorit AE. Ia membaca hampir seluruh seri buku anak paling laris sedunia itu.  Tamat dari sekolah lanjutan tingkat atas, AE memilih kuliah di Jurusan Sastra Belanda, Universitas Indonesia, Depok. Setelah meraih gelar sarjana, AE langsung memutuskan untuk menjadi jurnalis. Ia memulai kariernya dengan bekerja sebagai jurnalis di majalah Hidup, lalu pindah ke majalah Femina.

Disini AE menceritakan seseorang bernama Aprie, Aprie adalah mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas ternama. Pendidikan selama ini yang ia tempuh adalah tekanan dari orangtuanya. Kuliah yang bisa dibilang terpaksa tersebut membawa Aprie ke kehidupan yang lebih suram. Ia merasakan depresi hebat. Meskipun begitu rasa depresi yang dirasakannya dapat ia tutupi dari kedua orang tuannya.

 Sesaat terbenak sepintas pemikiran Aprie bahwa mengapa seseorang harus dikatakan berpendidikan ketika menempuh jenjang SMA lalu melanjutkan ke kuliah untuk mengambil gelar S1,S2,S3 dan seterusnya. Padahal untuk sukses sendiri tiap seseorang punya cara yang berbeda untuk meraihnya. Mengapa anak sekolah yang pandai menjual dagangannya tidak dimasukkan ke sekolah, yang bisa dibilang sekolah kreatif? Why not? Di situ anak dibimbing dan dibina lalu setelah lulus dia bisa mendirikan bisnis dan mendapatan pendapatan. Di situ kehidupann anak menjadi riang. 

Atau hm, kenapa ya nggak ada sekolah yang mengajari anak cukup dengan buku dan film saja. Si anak asik menikmati buku-buku baca dan film pendidikan yang keren dan menarik. Setelah itu ada sesi tanya jawab, jadi anak itu tidak harus mendengarkan pertanyaan yang tidak diingankan.

 Atau ya, kenapa seseorang lulusan SMA tidak mencoba dunia agar mereka tahu cara berekspresi. Entahlah, di saat banyak pola kehidupan yang berbeda, tetapi kebanyakan orang mengambil pola yang sama

Tetapi, itu hanya pikiran Aprie saja. Setiap kali ia berpikir seperti itu, dia harus sadar untuk menentukan masa depannya sendiri. Aprie sempat mencoba untuk mengikuti casting dan terjun ke dunia sinetron dan bagi Aprie acting adalah hal yang susah meskipun hanya take suara, "Susah ya ma".  Hal tersebut memicunya untuk menciptapkan alternatif lain sebagai salah bentuk sukses bagi orang tuanya.

Aprie memiliki teman kuliah yang bernama Dina. Bagi Aprie, Dina tidak hanya bisa dibilang teman saja, melaikan seorang influencer pebisnis baginya. Dina berkata memiliki pikiran yang sama sepertinya, bahwa untuk mendirikan bisnis tidak harus lulusan sarjana. Dina juga ingin memiliki penghasilan sendiri sebelum akhirnya ia lulus. Dina pun bersemangat untuk itu. Selama berhari-hari Dina sangat senang mengobrol tentang bisnis. Awalnya Aprie mulai ragu dengan beberapa cerita Dina. Aprie takut jika suatu saat bisnis yang dibangun oleh seseorang yang belum berpengalaman mengalami jatuh, dan ia belum siap menghadapinya. 

"Pengen sih punya penghasilan sendiri, tapi lo gak takut apa? kalo bisnis lo jatuh, belum lain- lain juga kan?" Tanya Aprie sekaligus meyakinkan Dina untuk membangun bisnis. "Tapi kan, kapan lagi lo mulai, lagian belum tentu abis lulus langsung dapet kerja, cuan banyak" Pikir Dina

Lalu hingga suatu saat Aprie tertarik. Ketertarikannya tersebut membuat Dina bersemangat mengajak Aprie untuk mencari ide, akhinya bertemulah ide sistem bisnis MLM (Multi Level Marketing). Dina menjelaskan bagaimana cara bisnis malam bekerja. Dimana bisnis itu tidak hanya mendapatkan keuntungan dari satu sumber penjual saja tetapi juga sales lain. 

Mereka memulai dengan mencari produk kesehatan dan kecantikan yang diyakini memiliki khasiat baik bagi tubuh. Berburu downline kesana kemari pun dilakoninya.

Di sela-sela kesibukan yang ia miliki, membuat Aprie tidak bisa pulang ke Sorong untuk menikmati liburan akhir tahun. Ia pun mengabari orang tuanya. Saat ia menelfon orang tuannya, ibunya bercerita tentang kondisi adiknya yang bernama Tia, Tia yang memiliki minat bakat yang tinggi pada dunia ilmiah serta ketekunan belajarnya dibandingkan dengan cara belajar Aprie oleh ibunya "Sudah ada wacana dari sekolah, adikmu akan mengikuti olimpiade". Mama juga mengatakan bahwa adiknya itu akan berkuliah di jogja. Aprie menghela nafas sesaat, Tia kuliah di jogja? Wah, dia akan menyaksikan kakaknya yang depresi berada disini. Telepon Mama pun diakhiri dengan lamunan yang panjang, ia lantas berpikir harus apa dan bagaimana.  

Apa saya mau begini terus? Melangkah ke kampus dengan langkah yang berat dan pikiran yang di gelayuti beban?

Tetapi hal itu tidak membuat Aprie merasa tidak percaya diri, ia tetap optimis. Ia tetap berusaha  merancang sedemikian rupa agar bisnis yang ia bangun bisa berkembang dan diminati khususnya di kalangan remaja. Berbagai platform, design dan cara pemasaran ia diskusikan bersama Dina. Tak disangka, Angel begitu menggebu dalam bisnis MLM. Melihat mobil mewah berlalu lalang di jalan, Angel sudah mulai membayangkan bagaimana nantinya ia akan memilikinya "Pasti nanti aku bakal naik itu".

Sukses akhirnya ia dapatkan dari ranah online shop dengan penghasilan mencapai ratusan juta rupiah sebulan. Bagaimana dengan kehidupan kuliahnya? Tak bisa dipungkiri semenjak menjalani bisnis MLM, kuliah menjadi prioritas ke sekian namun kehidupannya pun menjadi jauh lebih menyenangkan karena ia akhirnya bisa memilih bidang yang ia sukai. 

Dengan sisa keyakinan yang masih ada Aprie bersama Dina terus memproduksi semangat setiap hari. Sedikit pun pikiran tidak boleh memberi tempat pada keraguan. Ia sudah terlanjur menyelam. Maka  harus juga untuk berenang, bukan malah tenggelam. Mereka berdua yakin, di dalam kesulitan seperti apa pun, Tuhan adalah lentera terbaik yang bisa diandalkan dimanapun ia melangkah. Betapa ajaibnya Tuhan merancang skenario kehidupan manusia. Tidak akan bisa ada yang menerka apa yang akan terjadi dan melalui cara bagaimana. Selalu ada kejutan. Tidak akan sia-sia segala yang pernah terjadi dalam hidup kita, jika kita bisa mengambil banyak pelajaran dari sana.   

Well, buku 'Satu Lentera Seribu Cahaya', kelanjutan ceritanya seperti apa? Masih ada beberapa cerita dalam chapter berikutnya, juga berisi identitas sang penulis. Untuk kelanjutan cerita, kalian dapat membacanya di perpustakaan Al-Hikmah!


Komentar

  1. Cerpen berjudul “Suatu Harapan” ini mengisahkan tentang cita-cita yang tertutupi oleh harapan orang tua terhadap si tokoh utama. Dimana Aprie, seorang mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas ternama yang selama ini menempuhnya dengan tekanan dari orang tua. Kuliah yang terpaksa itu membawanya ke kehidupan yang lebih suram. Ia mengalami depresi hebat. Meskipun begitu rasa depresi yang dirasakannya dapat ia tutupi dari kedua orang tuannya. Ia bersama teman baiknya, Dina, memiliki ketertarikan dalam berbisnis. Merekapun bersemangat dalam mencari ide, akhinya bertemulah ide sistem bisnis MLM (Multi Level Marketing). Iapun mengesampingkan kuliahnya itu. Namun, ternyata adiknya yang pintar akan kuliah di universitas yang sama. Aprie takut bila adiknya mengetahui selama ini ia depresi. Tetapi hal itu tidak membuat Aprie merasa tidak percaya diri, ia tetap optimis dan berusaha dalam minat bisnisnya bersama Dina. Dengan sisa keyakinan, mereka terus memproduksi semangat setiap hari. Mereka sudah terlanjur menyelam. Maka harus juga untuk berenang, bukan malah tenggelam. Tidak akan sia-sia segala yang pernah terjadi dalam hidup kita, jika kita bisa mengambil banyak pelajaran dari sana.

    Cerpen ini menggunakan kata-kata denotasi, sehingga membuat pembaca lebih mudah dalam memahami alur ceritanya. Selain itu, didalamnya juga tersurat motivasi dan pandangan hidup yang baik yang dapat diambil oleh para pembacanya, seperti pada cantuman berikut “Betapa ajaibnya Tuhan merancang skenario kehidupan manusia. Tidak akan bisa ada yang menerka apa yang akan terjadi dan melalui cara bagaimana. Selalu ada kejutan. Tidak akan sia-sia segala yang pernah terjadi dalam hidup kita, jika kita bisa mengambil banyak pelajaran dari sana.”
    Namun dibalik semua kelebihan, cerpen ini memiliki kekurangan yang dapat mengakibatkan turunnya minat pembaca. Dimana klimaks dari masalah yang dihadapi tokoh tidak didramatisir lebih lanjut seperti halnya cerita-cerita lainnya. Yang pada cerpen ini hanya mengalami klimaks tentang depresinya karena tekanan orangtua.

    Cerpen ini akan menjadi lebih baik apabila penulis memberikan klimaks yang lebih mendalami dan menantang. Seperti menambahkan kejadian-kejadian dramatis saat ia mengalami depresi tersebut. Sehingga membuat pembaca semakin panasaran dengan cerita yang ditulisnya.

    Nama : Aqilah Gusti Nindira XIIA5/04

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

MANOWA DAN PELABUHAN BARUNYA

Hiruk Pikuk Keseharian Lupus