Keluh dan Kesah
Keluh dan Kesah
Judul: Pelangi Itu Indah
Pengarang: Yoyon Indra
Joni
Penerbit: DIVA Press
Tahun terbit: 2013
ISBN: 978-602-7665-55-2
Dalam novel berjudul Pelangi Itu Indah menceritakan tentang tiga anak kuliahan yang sedang bertukar pikiran dalam suatu kamar kos. Berawal dari si Idul dan Ikal yang mengunjungi kamar kos milik Asrul untuk sekadar menghabiskan waktu senggang. Hingga perbincangan mereka mengenai pandangan terhadap bidang keilmuan dan masa depan. Niovel ini bertujuan untuk memberikan motivasi kepada para pembaca agar selalu bersemangat dan tidak putus asa. Walaupun banyak halangan dan rintangan yang menghadang kita, kita harus tetap bersemangat dan berjuang untuk mewujudkan impian kita bagi masa depan yang cerah. Untuk mewujudkan impian juga tidak hanya bermodal satu pelajaran saja, kita harus bisa memiliki kelebihan lainnya, karena akan sangat membantu jikalau pekerjaan yang kita dapat tidak bisa sesuai dengan jurusan yang kita ambil semasa kuliah.
Ketika merasa senggang, Idul dan Ikal berencana berkunjung ke kamar kos milik Asrul, lalu dengan sepeda motor butut yang dimiliki Idul, mereka pun segara berangkat kerumah Asrul yang jaraknya tidak terlalu jauh dari kampus mereka. Selang beberapa menit akhirnya kamar kos Asrul yang bercat merah terang mulai terlihat. Saat Idul dan Ikal sudah berada di kos milik Asrul, mereka langsung duduk sembari melihat isi kamar Asrul. Ada satu hal yang menarik eksistensi mereka, yaitu tulisan yang tergantung di dinding kamar kos Asrul. Ditulisan tersebut terdapat dua pemikiran yang sangat berbeda tentang pandangan dari segi keilmuan. Yang satu menuliskan bahwa kita hanya cukup mempelajari satu ilmu yaitu ilmu matematika masa depan dengan gemilang akan dapat tercapai. Sedangkan yang lainnya berpikir jika kita mempelajari satu ilmu saja maka hal itu belum menjamin masa depan yang cerah. Tulisan yang pertama ditulis oleh Awal, dia merupakan teman Asrul yang saat ini sedang menenangkan pikiran dari masalah cinta yang sedang diderita. Hanya karena mengetahui Asrul dan calon cintanya yang tidak sengaja bertemu di acar dies natalis, hingga diperpustakaan pusat. Semua itu membuat Awal merasa jika Asrul ingin menikungnya, akhirnya Awal memilih untuk menjauhi Asrul sementara.
Kembali kepada Idul dan Ikal yang ada di kamar kos Asrul. Mereka kini tengah membahas mengenai alasan mengapa Ikal memilih untuk datang ke kota Padang. Jawaban Ikal membuat Asrul sedikit terkejut, karena Ikal menjawab jika dia ingin mencari pekerjaan. Dilihat dari jurusan yang Ikal ambil ketika kuliah adalah biologi, sedangkan di Padang juga menghasilkan lulusan biologi tiap setahun dua kali, Asrul merasa jika hal itu akan sulit jika ingin mencari pekerjaan sesuai jurusan yang Ikal ambil di Padang saat ini. Namun jawaban Ikal selanjutnya membuat Asrul merasa jika perguruan tinggi sudah berhasil membentuk temannya dalam prinsip yang jelas.
Padahal Ikal sudah mendapatkan tawaran beasiswa diluar negeri, tapi ia tolak semua. Jika ditanya alasannya mengapa, itu karena ia ingin mengabdi kepada negerinya yang sudah memberikannya peluang untuk melanjutkan studi S2 dan S3 nya. Disisi lain, Asrul beranggapan jika Ikal mengadopsi prinsip idealisme, dan melupakan jika masih banyak warga di kampung nya yang memiliki pola pandang tertinggal. Masih banyak dari mereka yang menganggap jika sekolah tinggi tidak terlalu diperlukan, Karena menurut mereka percuma sekolah tinggi tinggi toh banyak yang tidak berhasil. Tetapi pikiran-pikiran itu lah yang membuat Ikal ingin segera menghapuskannya. Lalu Asrul pun bertanya mengenai bagaimana rencana Ikal untuk mengubah pandangan warga di desa mereka, dengan matang Ikal menjawab dia akan membuka lapangan pekerjaan baru di desa nya. Mendengar jawaban Ikal, Asrul hanya bisa menggelengkan kepala saja karena ia berfikir jika terkadang idealism dapat membuat orang buta pada kenyataan.
Secara tiba-tiba, Idul bertanya pada Asrul mengenai alasan Awal menjauhi Asrul. Asrul pun menceritakannya, dimulai ketika Awal naksir kepada perempuan cantic bernama Dian hingga rasa cemburu Awal kepada Asrul yang sudah kelewat batas karena menuduh jika temannya ini bermesraan dengan perempuan yang dia taksir. Mendengar hal itu Idul pun berasumsi jika Awal memandang hal tersebut dalam ilmu matematika, karena tidak ada kebetulan yang sangat kebetulan seperti itu dalam hidup ini.
Jika Awal memandang hal tersebut dari sudut pandang matematika, maka berbeda dengan Asrul yang menganggap hal tersebut terjadi karena ilmu sosial. Karena dalam ilmu sosial, hal kebetulan sudah menjadi hal yang biasa, karena semua bisa terjadi tanpa kita ketahui.
Awal yang berada disudut ruangan mulai menunjukkan eksistensinya. Ia tiba-tiba berkomentar mengenai cerita dari Asrul mengenai alasan mengapa dia marah dan memilih menjauhi Asrul. Awal memberikan komentar dari sudut pandang dia, jika Asrul hanya mengada-ngada. Tetapi karena Asrul merasa jika dirinya tidak salah, karena ia memanh tidak memiliki niat untuk mendekati perempuan yang ditaksir Awal, sehingga Asrul memilih untuk diam saja dan mengiyakan perkataan Awal yang menurutnya terlalu kekanak-kanakan.
Idul dan Ikal yang melihat percakapan keduanya merasa jika mereka berdua memiliki sifat yang bertolak belakang. Awal dengan sifat nya yang keras dan Asrul dengan sifatnya yang bodoamat. Idul pun berfikit jika mereka cocok saja bisa berteman, karena jika keduanya sama-sama keras, maka akan susah untuk berteman. Begitu pula jika keduanya memiliki sifat yang bodoamat, tidak akan mungkin mereka menjadi teman.
Hening mulai mendera, tiba-tiba suara kucing milik tetangga terdengar didepan pintu milik Asrul. Akhirnya Asrul pun membuka pintunya dan terlihatlah kucing berwarna abu-abu yang tubuhnya berukuran tidak kecil maupun tidak besar. Mungkin ia berumur 8 bulan. Lalu Ikal yang melihat itu pun segera mengecek jenis kelamin kucing tersebut, dan terlihat dari ciri-cirinya, kucing tersebut berjenis kelamin perempuan. Setelah kucingnya tersebut masuk ke kamar kos Asrul, Ikal langsung saja menggendongnya. Terlihat sekali jika kucing tersebut sangat manja karena menempel terus pada Ikal. Idul pun yang sedari tadi hanya melihat, ia segera mendekati Ikal untuk bermain kucing bersama. Terlihat jika kucing tersebut sangat nyaman, karena ia sedari tadi tidak melakukan perlawanan ketika digendong dan dicubit.
Namun tak lama kemudian, suara seseorang mulai terdengar didepan pintu Asrul lagi. Dengan segera Asrul pun membuka pintu dan melihat ternyata yang datang adalah pemiliki dari kucing tersebut. Pemilik kucing tersebut adalah sosok perempuan yang sepertinya masih anak SMA dan memiliki potongan rambut sebahu dengan bando yang bertengger diatas kepalanya. Pemilik kucing tersebut hendak mengambil kucingnya lagi karena kucingnya tadi kabur, san untung saja tetangga ada yang melihat jika kucingnya masuk ke salam kamar kos milik Asrul. Dengan sopan akhirnya Asrul menggendong kucing tersebut dan mengembalikannya kepada sang pemilik. Lalu sang pemilik pun pergi meninggalkan kamar kos milik Asrul.
Tanpa sadar hari sudah
semakin gelap, sunyi malam akan segera hadir. Idul dan Ikal berencana untuk kembali
ke kos an mereka masing-masing. Akhirnya mereka pun segera berpamitan dan berterimakasih
kepada Asrul karena sudah membiarkan mereka seharian berada di kamar kos nya.
Bagaimanakah kelanjutan kisah Asrul? Apakah Asrul dan teman-teman dapat bertahan dengan kerasnya dunia? dan apakah Asrul dan Awal bisa berbaikan lagi? Baca edisi lengkap buku Pelangi itu Indah yang dapat anda temukan di Perpustakaan SMA Al Hikmah Surabaya.
Penulis: Nabila Safa Hamida
Pelajar SMA Al Hikmah Surabaya

Novel berjudul "Pelangi Itu Indah" karya Yoyon Indra Joni ini menceritakan tentang persahabatan 4 sekawan Awal, Asrul, Idul, dan Ikal yang sedang menghadapi masalahnya masing masing. Mereka mempunyai kebiasaan berkumpul di kos Asrul bila memiliki waktu lenggang, maka hari itu, karena dirasa sama sama memiliki waktu lenggang, mereka memutuskan untuk bertemu dan mengobrol seperti biasa. Mereka mulai membicarakan banyak hal mulai dari Awal yang menjauhi Asrul karena merasa Asrul menikungnya dengan cara terus berpapasan dengan orang yang dia taksir yaitu Dian. Dan alasan mengapa Ikal memilih untuk datang ke kota Padang padahal dia mendapatkan beasiswa di luar negeri.
BalasHapusDalam novel ini penulis menggambarkan watak Awal sebagai seseorang yang keras, sedangkan Asrul digambarkan sebagai seseorang yang punya sikap bodoamat. Sehingga dari sikap yang bertolak belakang itu dapat muncul konflik konflik sederhana namun kerap kali terjadi di masyarakat.
Sinopsis yang ditulis ini memiliki kekurangan yaitu adanya kemunculan karakter tiba tiba dan bersifat janggal. Contohnya di awal ditulis bahwa yang mendatangi rumah Asrul adalah Idul dan Ikal, namun pada paragraf 7 secara tiba tiba ditulis bahwa ternyata Awal juga ada disitu dan ikut memberikan pendapat terhadap permasalahan yang ada di dalam cerita. Padahal dari paragraf sebelumnya tidak ada keterangan sama sekali yang menunjukkan bahwa tokoh Awal juga ada disitu. Hal ini tentu akan menjadi sedikit membingungkan untuk pembaca yang membaca sinopsis ini.
Selain itu terdapat kelebihan dari sinopsis ini, yaitu penggambaran watak, sudut pandang, dan pemikiran semua tokoh ditulis secara lengkap sehingga pembaca mendapatkan gambaran yang jelas tentang bagaimana cara tokoh menanggapi sesuatu. Seperti contohnya pada paragraf 6 dijelaskan sudut pandang setiap karakter nya terhadap permasalahan yang ada, sedangkan pada paragraf 8 dijelaskan watak karakter nya.
Saran saya terhadap sinopsis ini agar dapat menjadi lebih baik adalah diperhatikan lagi dalam penulisan sinopsis, pastikan semua ditulis secara runtut, dan jelas sehingga tidak ada kejanggalan dalam cerita. Hindari juga menambahkan yang tidak perlu dan tidak terlalu ada hubungannya dengan konflik utama, seperti contohnya pada paragraf 9 dan 10 ketika secara tiba tiba ada kucing milik tetangga Asrul yang masuk kedalam kamar kos nya.
AYESHA MAHIRA / XII MIPA 5 / 05